Honda Blade 110R VS Yamaha Vega ZR

 

Mengadu Honda Blade 110R dan Yamaha Vega ZR pasti jadi bahasan menarik. Pertama, karena keduanya masih masuk kelas bebek di bawah 125cc. Bahkan selisih kapasitas mesin keduanya tak sampai 5cc, tentunya performa hanya beda tipis. Alasan lain, keduanya dilaunching bersamaan. Maka tak heran bila hingga hari ini kedua motor ini masih jadi bahan perbandingan banyak pihak. Jadi sangat sah dan pasti dinantikan bila mengajak kedua motor ini untuk bertanding satu lawan satu (head to head).

Sumber : otomotif

vega-blade1

Pada komparasi ini masih menggunakan bintang sebagai penilaian dengan melihat dari 6 variable seperti yang dilakukan pada sesi test ride (Yamaha Vega ZR dan Honda Blade 110). Tapi jangan heran bila pada komparasi ini jumlah bintangnya sedikit berbeda dengan yang ditemui pada sesi test ride, karena di sini kedua motor langsung diadu head to head. Bukan beraksi sendiri-sendiri. Agar lebih mendalam, penilaian masih dilanjutkan dengan mempertimbangkan beberapa faktor yang jadi pertimbangan konsumen saat memilih sepeda motor. 

 

Harga

Honda Blade 110R : ***** (5 bintang)

Yamaha Vega ZR : ***** (5 bintang)

Honda Blade 110R dijual pada harga Rp 13,5 juta sedang Yamaha Vega ZR hanya Rp 12 juta. Honda Blade 110R jauh lebih mahal? Enggak dong, mari lihat lebih jauh lagi. Honda Blade 110R dengan harga yang lebih mahal Rp 1,5 jutaan, dapat pelek cast wheel dan beberapa fitur seperti panel indikator di speedometer yang lebih lengkap.

 

Selain itu konsumen juga langsung dapat fitur-fitur kecil seperti tuas cuk di stang dan juga key shutter berpengaman yang absen pada Yamaha Vega ZR. Sedang Vega ZR yang memang dibuat untuk pasar low end ini sengaja disetting murah. Tapi jangan salah kalau, Vega ZR dipasang fitur yang sama dengan Honda Blade 110R bisa jadi sama mahalnya. Untuk pelek cast wheel saja sudah selisih Rp 1 jutaan.

 

Tapi bila dilihat sesuai segmentasi pasarnya masing-masing, harga kedua bebek ini masih masuk akal. Dengan segala keunggulan fiturnya, Honda Blade 110R masih tidak terlalu mahal. Sedang Yamaha Vega ZR memberikan desain dan mesin baru untuk konsumen low end juga dengan harga yang masih sangat terjangkau. Tak salah bila angka sempurna diberikan untuk kedua motor ini.

 

Desain

Honda Blade 110R : ***** (5 bintang)

Yamaha Vega ZR : *** (3 bintang)

Banyak komentar ketika pertama kali melihat langsung menilai desain Yamaha Vega ZR terlalu kaku. Boleh dibilang kurang mengikuti trend desain masa kini. Sekilas sangat mirip dengan pendahulunya, Vega R. Satu-satunya inovasi bisa dilihat pada desain lampu sein yang menyatu sayap. Tapi desain lampu sein ini juga bukan style baru karena sudah banyak diaplikasikan oleh bebek lainnya. Jadi wajar bila memberikan tiga bintang untuk sektor penampilan.

 

Sedang pada Honda Blade 110R aura moge sport Honda CBR 1000RR Fire Blade begitu menonjol pada desain sayap yang ramping dan terbelah dua bagian atas dan bawah. Desain sayap ini juga memudahkan saat melakukan service ringan karena hanya dengan membuka satu panel bodi sudah bisa menjangkau karburator, air fiter dan silinder head.

 

Selain itu, pilihan corak warna  dan striping lebih bervariasi. Belum lagi  aplikasi desain muffler oval juga menjadi daya tarik tersendiri dan makin menguatkan untuk memberikan penilaian penuh lima bintang di sektor desain.

 

Fitur & Teknologi

Honda Blade 110R : **** (4 bintang)

Yamaha Vega ZR : *** (3 bintang)

Mesin baru Honda Blade 110R cukup mengejutkan karena mengusung mesin NF110ST yang benar-benar baru dengan kapasitas mesin 109,1cc. Teknologi rocker arm yang dilengkapi roller dan dinding piston yang dilengkapi banyak lubang sebagai jalur pelumasan digunakan pada mesin yang kabarnya menjadi calon pengganti C100 series ini. Fitur tambahan yang tak kalah menarik  yaitu aplikasi pengaman kunci (key shutter). Empat bintang cukup untuk menilai fitur dan teknologi Blade 110R.

 

Meski menggunakan mesin yang juga baru, namun pada Vega ZR ada beberapa fitur yang absen. Seperti pelek cast wheel dan panel indikator posisi gigi. Tuas cuk yang biasanya berada di stang kini tidak ada. Tampilan kunci kontak  juga polos tanpa pengaman. Bahkan teknologi mesin Yamaha seperti Diasil dan  roller rocker arm tidak diadopsi. Rasanya tiga bintang cukup untuk Yamaha Vega ZR.

 

Performa

Honda Blade 110R : *** (3 bintang)

Yamaha Vega ZR : **** (4 bintang)

Di sesi test performa kedua motor ini terjawab rasa penasaran. Perbedaan kapasitas mesin yang hanya 5cc tak begitu terasa signifikan. Tapi ketika menggunakan alat ukur racelogic untuk mendapatkan data performa kedua motor ini, Vega ZR menang tipis (lihat hasil tes).

 

Karakter keduanya pun sedikit berbeda. Mencoba di trek sepanjang 1,5 km, yang berbobot 65 kg merasakan hentakan tenaga di tiap gigi yang terasa halus. Tidak terlalu menyentak namun cukup merata pada Yamaha Vega ZR. Top speed untuk trek sepanjang itu menyentuh angka 105 km/jam lebih sedikit.

 

Sedang pada Honda Balde 110R, gigi 1 dan 2 nya lebih galak. Kalau hanya untuk beraksi stop and go, terasa sangat bertenaga. Tapi seperti yang telah di terangkan pada tulisan first ride, putaran atasnya terlalu panjang dan terasa lemas (gigi 3 ke 4). Top speed di trek sepanjang 1,5 km pun hanya mentok di angka 98km/jam. Dengan hasil skor 4 – 3 cukuplah untuk kedua motor baru ini.

 

Data pengetesan Yamaha Vega ZR:

0-60 meter       = 6,5 detik

0-100 meter     = 8,7 detik

0-201 meter     = 13,7 detik

0-402 meter     = 22,9 detik

 

0-60km/jam      = 6,8 detik

0-80km/jam      = 14 detik

0-100km/jam    = N/A

 

Data pengetesan Honda Blade 110R:

0-60 meter       = 6,7 detik

0-100 meter     = 9 detik

0-201 meter     = 13,8 detik

0-402 meter     = 22,5 detik

 

0-60 km/jam     = 7 detik

0-80 km/jam     = 14,1 detik

0-100 km/jam   = N/A

 

Konsumsi Bahan Bakar

Honda Blade 110R : **** (4 bintang)

Yamaha Vega ZR : **** (4 bintang)

Dengan seorang tester yang bobotnya tak lebih dari 65 kg, Yamaha Vega ZR mampu berlari sejauh 47 km dengan satu liter bensin. Konsumsi bahan bakar tersebut didapat dengan kecepatan tak lebih dari 60km/jam. Begitu juga dengan Honda Blade 110R dengan rute yang sama, Honda Blade 110R tercatat sedikit lebih irit dengan satu liter bensin mampu menempuh jarak sejauh 49,5 km.

 

Namun perlu diingat meski menempuh jarak dan rute yang sama namun kondisi traffic saat keduanya dilepas tentunya memiliki sedikit perbedaan. Meski pengetesan telah dilakukan pada malam hari (diatas pukul 11 malam) demi memperoleh kondisi jalan yang relatif sepi. Karena thasilnya ak jauh berbeda dan belum tembus diatas 50 km/liter (pertimbangan redaksi, bebek <125cc dikatakan irit jika lebih dari 50 km/liter) maka 4 bintang rasanya adil untuk kedua bebek ini.

 

Handling

Honda Blade 110R : ***** (5 bintang)

Yamaha Vega ZR : **** (4 bintang)

Secara keseluruhan harus mengakui kalau kedua motor ini sama lincahnya. Namun tentunya tetap ada perbedaan. Sumbu roda Vega ZR yang lebih panjang membuatnya sedikit kalah lincah kala benar-benar berada pada kondisi lalu lintas yang macet. Berbeda dengan Honda Blade 110R yang begitu mudah menggerakan bodi motor. Saat keduanya kami coba menikung tajam pada kecepatan tinggi, Blade lebih nyaman.

 

Dan sebaliknya pada kecepatan tinggi melibas trek lurus, Yamaha Vega ZR sedikit lebih tenang.  Secara keseluruhan dan mempertimbangkan kondisi jalanan serta habit orang Indonesia yang rata-rata hanya berkendara tak lebih 60km/jam, handling Honda Blade 110R tetap lebih unggul. Bintang 5 untuk Honda Blade dan bintang 4 untuk Yamaha Vega ZR.

 

Hasil Komparasi :

Lantas siapa juaranya? Apakah cukup dilihat dari hasil perolehan bintang? Tentunya tidak. Pada setiap komparasi motor atau mobil, menerapkan sistem point berdasarkan beberapa faktor pertimbangan ketika konsumen memilih sepeda motor. Cara ini diharapkan akan memberikan hasil akhir penilaian yang lebih mendalam.

 

Dari hasil riset  internal redaksi diperoleh urutan pertimbangan rata-rata konsumen ketika membeli motor. Pertama adalah pertimbangan harga, lalu desain, fitur dan teknologi, performa, konsumsi, dan yang paling terakhir adalah pertimbangan handling. Tiap faktor ini memiliki point dari 6 sampai 1 dari faktor tertinggi yaitu harga sampai faktor terendah, handling. Point tiap faktor ini dikalikan dengan jumlah bintang yang didapat dari hasil pengetesan untuk mendapatkan total poin yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan pertimbangan konsumen saat membeli motor.

Sumber : otomotif

3 Tanggapan

  1. jdi mna yg mnang tuh

  2. Koq gak bxak yg coment? Gak ada yg trtarik stau sma 2 mtr ini

  3. saya pakai Blade, enjoy saja, karena prinsip saya beli Blade (Hinda) karena ngiritnya bukankarena yang lain hehehe…
    apakah Vega lebih irit dari pada Blade ya? itu yang mungkin saya tidak tahu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: